Mahasiswa KKN-T Posdaya Jatijejer

Tim Mahasiswa KKN-T Posdaya Jatijejer Di depan Gedung Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Tim Mahasiswa KKN-T Jatijejer

Tim Mahasiswa KKN-T Posdaya Jatijejer Di depan Gedung Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Survey Pertama Mahasiswa KKN-T Jatijejer

Diskusi Mahasiswa KKN-T Posdaya Jatijejer bersama DPL di Balai Desa Jatijejer

Wawancara Mahasiswa KKN-T Jatijejer

Mahasiswa KKN-T Jatijejer melakukan tanya jawab dengan Kepala Desa Di Kantor Balai Desa Jatijejer.

Tim KKN-T Posdaya Jatijejer

Melakukan Kegiatan Kerja Bakti Bersama warga desa Jatijejer.

Tampilkan postingan dengan label Bidang Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bidang Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 September 2014

Pemeriksaan Jentik Nyamuk dan Pembagian Abate

Pemeriksaan Jentik Nyamuk dan Pembagian Abate

Sebagian masyarakat Jatijejer menggantungkan hidup dengan air yang berasal dari pegunungan. Ini dikarenakan lokasi Jatijejer dekat dengan pegunungan. Air - air tersebut sangat terbatas pada sore hari tepatnya pukul 16.00 WIB sampai adzan maghrib, disebabkan air tersebut ditampung untuk peternakan. Air yang tidak mengalir atau berhenti pada sore hari, bisa membuat warga lebih lama menguras kamar mandi, kurang menjaga kebersihan, dan bisa jadi warga memanfaatkan air sungai untuk mandi, mencuci, dan lain-lain. Kurangnya menjaga kebersihan di kamar mandi dalam jangka waktu yang lama memiliki potensi untuk dijangkiti jentik-jentik nyamuk.
Untuk mengatasi masalah ini Puskesmas Kecamatan Trawas memiliki solusi untuk membagikan obat pembasmi jentik-jentik nyamuk yang biasa disebut dengan Abate atau larvasida. Obat - obatan ini dibagikan secara gratis kepada warga sehingga warga tidak perlu membayar untuk ini. Untuk melaksanakan kegiatan ini Puskesmas mempercayakan kader-kader tiap dusun di desa Jatijejer untuk mensosialisasikan bagaimana menggunakan ABATE dan membagikannya. Mahasiswa KKN-T Posdaya Universitas Muhammadiyah Sidoarjo desa Jatijejer juga berpartisipasi untuk pemetiksaan jentik nyamuk di kamar mandi warga.
Pada tanggal 14 Agustus 2014 tim KKN kami mendapatkan tugas untuk mensurvey rumah-rumah warga Dusun Jatijejer untuk diperiksa kamar mandi dan penampungan airnya. Dalam memeriksa rumah setiap warga kami memiliki peralatan seperti : senter dan buku. Senter digunakan untuk melihat apakah ada jentik - jentik nyamuk di dalam penampungan airnya , buku untuk mencatat atau merekap siapa saja yang sudah diperiksa dan mencatat hasil pemeriksaan yang terdapat jentik nyamuk. Dalam memeriksa rumah warga, kami bekerja sama dengan kader jumantik di dusun Jatijejer. Setiap mahasiswa membawa 4 buah ABATE artinya 4 rumah yang memiliki jentik-jentik nyamuk terbanyaklah yang akan mendapatkan obat ini.
Pada tanggal 21 Agustus 2014, kami melanjutkan pemeriksaan jentik nyamuk di dusun Urung-urung, dan pada tanggal 28 Agustus 2014 kami juga melakukan pemeriksaan di dusun Tangkep. Pemeriksaan jentik nyamuk di dusun Urung-urung sama seperti pemeriksaan di dusun Jatijejer, karena sudah adanya kader jumantik di dusun tersebut. Hanya saja, di dusun Tangkep tidak adanya kader jumantik jadi kami Tim KKN-T menggalakkan pemeriksaan jentik nyamuk di dusun tersebut.





Kamis, 04 September 2014

Doc. Bidang Kesehatan : Posyandu Balita

Posyandu Balita

1. Pada tanggal 11 Agustus 2014, Mengikuti posyandu balita di Dusun Urung-urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Mencatat pendaftaran balita yang akan melakukan posyandu balita
Pemberian vitamin A pada balita oleh perawat poskesdes Jatijejer di Dusun Urung-urung, Desa Jatijejer
Penyuntikan imunisasi pada balita oleh bidan Jatijejer di Dusun Urung-urung, Desa Jatijejer

Perizinan ke Kepala Puskesmas Trawas untuk mengikuti program kerja kesehatan di Desa Jatijejer
2. Pada tanggal 12 Agustus 2014 dan 09 September 2014, Mengikuti posyandu balita di dusun Jatijejer, desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Penimbangan berat badan balita oleh kader posyandu balita

Pengukuran tinggi badan pada balita
Penimbangan berat badan pada balita bersama Tim KKN-T Posdaya Bidang Kesehatan dan kader posyandu balita

Penimbangan berat badan pada balita oleh Tim KKN-T Posdaya Bidang Kesehatan
3. Pada tanggal 1 September 2014, Mengikuti posyandu balita di dusun Tangkep, desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Tim Mahasiswa KKN-T Posdaya Jatijejer melakukan penimbangan berat badan balita

Tim KKN-T Posdaya Jatijejer melakukan pengukuran tinggi badan balita

Doc. Bidang Kesehatan : Pemeriksaan Jentik Nyamuk

Pemeriksaan Jentik Nyamuk

1. Pada tanggal 14 Agustus 2014, diadakannya pemeriksaan jentik nyamuk di dusun Jatijejer, desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Bekerja sama dengan kader jumantik untuk melaksanakan pemeriksaan jentik nyamuk di kamar mandi warga di Dusun Jatijejer
Pemeriksaan jentik nyamuk di kamar mandi warga Dusun Jatijejer
2. Pada tanggal 21 Agustus 2014, diadakannya pemeriksaan jentik nyamuk di dusun Urung-urung, desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Pemeriksaan jentik nyamuk di kamar mandi warga bersama kader jumantik

Pemeriksaan jentik nyamuk di kamar mandi warga
3. Pada tanggal 28 Agustus 2014, diadakannya pemeriksaan jentik nyamuk di dusun Tangkep, desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Tim KKN-T Posdaya melakukan pemeriksaan jentik nyamuk di kamar mandi warga bersama dengan salah seorang kader Dusun Tangkep

Tim KKN-T Posdaya sedang melakukan pemeriksaan jentik nyamuk di kamar mandi warga Dusun Tangkep

Doc. Bidang Kesehatan : Gerakan Jatijejer Sehat

Gerakan Jatijejer Sehat : Cuci Tangan

1. Pada tanggal 15 Agustus 2014, mengadakan program kerja Gerakan Jatijejer Sehat yaitu cuci tangan di PAUD dan TK


Sosialisasi penyuluhan pentingnya cuci tangan di PAUD dan TK Dharma Wanita Di Desa Jatijejer
Mempraktekan langkah-langkah cara cuci tangan 
Melakukan praktek cuci tangan di PAUD dan TK Dharma Wanita Di Desa Jatijejer

Foto bersama kepala sekolah TK, guru pengajar dan Tim KKN-T Posdaya Bidang Kesehatan
k  2. Pada tanggal 16 Agustus 2014, mengadakan program kerja Gerakan Jatijejer Sehat yaitu cuci tangan di SDN Jatijejer


Sosialisasi penyuluhan pentingnya cuci tangan di SDN Jatijejer

Sosialisasi pentingnya cuci tangan dan langkah-langkah cuci tangan

Melakukan praktek cuci tangan di SDN Jatijejer

Doc. Bidang Kesehatan : Posyandu Lansia

Posyandu Lansia

1. Pada tanggal 12 Agustus 2014, diadakannya Posyandu Lansia Di Dusun JatiJejer, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Pemeriksaan Posyandu Lansia bekerja sama dengan perawat poskesdes Jatijejer dan petugas Puskesmas Trawas di dusun desa Jatijejer 

Cek tekanan darah yang dilakukan petugas Puskesmas bagi lansia

Cek tekanan darah pada lansia yang dilakukan oleh perawat poskesdes di dusun desa Jatijjejer
2. Pada tanggal 1 September 2014, diadakannya Posyandu Lansia Di Dusun Tangkep, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Bersama Puskesmas dan Poskesdes Trawas, Tim KKN sedang mempersiapkan obat-obat yang dibutuhkan untuk Posyandu Lansia

Proses cek tekanan darah lansia dengan Perawat Poskesdes Jatijejer
3. Pada tanggal 2 September 2014, diadakan Penyuluhan dan Posyandu Lansia serta Pengobatan Gratis Di Dusun Urung-urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Penyuluhan tentang nutrisi pada lansia

Penimbangan berat badan pada lansia
Cek tekanan darah lansia oleh perawat Poskesdes 

Pengukuran  tinggi badan lansia oleh Tim KKN-T Posdaya Jatijejer

Pemberian obat-obatan pada lansia

Sabtu, 30 Agustus 2014

Gerakan Jatijejer Sehat : Cuci Tangan

Gerakan Jatijejer Sehat : Cuci Tangan
Berapa kalikah anda cuci tangan dalam sehari ? Apakah anda cuci tangan pakai sabun sebelum makan? Apakah anda cuci tangan pakai sabun sehabis dari toilet? Apakah anda cuci tangan pakai sabun setelah batuk atau bersin yang mencemari tangan anda ?
Pertanyaan diatas perlu diajukan, karena penulis yakin jawabannya pasti tidak sesuai dengan apa yang telah disosialisasikan oleh Depkes dan Dinas Kesehatan di seluruh Indonesia melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pandemi Flu Babi yang melanda dunia, termasuk Indonesia, mengingatkan kita kembali betapa pentingnya peranan cuci tangan pakai sabun dalam mencegah penularan penyakit infeksi. Masalahnya adalah, apakah pelaksanaan cuci tangan yang sederhana itu sudah menjadi kebiasaan di masyarakat kita atau belum. Padahal, sejak dulu kala, nenek moyang kita sudah mengajarkan kepada anak dan cucunya supaya menjaga kebersihan diri. Salah satunya adalah dengan melakukan cuci tangan dengan air bersih sebelum makan dan tentunya juga sesudahnya. Tetapi metode sederhana ini, belum disertai dengan sabun sebagai zat pembersih yang mangandung deterjen dan air yang mengalir/kran. Di masa tempo dulu, sabun masih merupakan barang mahal. Sabun disini bisa berupa sabun cuci batangan, sabun mandi, sabun cair, sabun colek, atau serbuk deterjen. Tentunya untuk cuci tangan yang baik dianjurkan menggunakan sabun mandi atau sabun cair. Saat ini sudah tersedia sabun anti septik yang khusus dibuat untuk cuci tangan untuk petugas medis di sarana pelayanan kesehatan.


Tangan dan Penyakit
Tangan, terutama bagian telapak tangan dan jari-jari, adalah bagian dari tubuh kita yang paling sering bersentuhan dengan benda-benda sekitar kita. Sehingga tangan menjadi tempat melekatnya kuman atau sebagai media perpindahan kuman dari satu tempat ke tempat yang lain. Tangan juga adalah bagian dari tubuh manusia yang paling sering berhubungan dengan mulut dan hidung secara langsung, sehingga tangan menjadi salah satu penghantar utama masuknya kuman/mikroorganisme penyebab penyakit ke dalam tubuh manusia. Mulut dan hidung adalah pintu masuk kuman kedalam tubuh. Mulut, menjadi pintu masuk kuman ke dalam saluran pencernaan, sedangakan hidung menjadi pintu masuk kuman kedalam saluran pernafasan. Apabila tangan manusia menyentuh tinja/feses, akan terkontaminasi dengan lebih dari 10 juta virus dan satu juta bakteri yang dapat menimbulkan penyakit. Cuci tangan pakai sabun, hingga saat ini masih belum merupakan kegiatan rutin di kalangan masyarakat, bahkan di kalangan personil kesehatan sendiri, apalagi di kalangan anak-anak. Sehingga kegiatan ini dianggap suatu hal yang perlu digerakkan secara program dengan melibatkan banyak pihak, dan sudah dilakukan secara seremonial untuk menggaungkan kembali pentingnya cuci tangan pakai sabun sebagai salah satu kegiatan yang harus menjadi kebiasaan, bahkan membudaya di seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Cuci tangan pakai sabun dapat menghilangkan sejumlah besar virus dan bakteri yang menjadi penyebab berbagai penyakit, terutama penyakit yang menyerang saluran cerna, seperti diare dan saluran nafas seperti Influenza. Hampir semua orang mengerti pentingnya cuci tangan pakai sabun, namun masih banyak yang tidak membiasakan diri untuk melakukannya dengan benar pada saat yang penting. Maka wajarlah Negara Amerika melalui United States Agency for International Development (USAID) dengan programnya Environmental Service Program (ESP) dan beberapa elemen lainnya melakukan kerja sama dengan Pemerintah Indonesia melakukan program kegiatan ”Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun”.

Cuci Tangan Yang Benar
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, maka mencuci tangan haruslah dengan air bersih yang mengalir, baik itu melalui kran air ataupun disiramkan dengan gayung, menggunakan sabun yang standard, dan setelah itu dikeringkan dengan handuk yang kering dan bersih atau menggunakan kertas tisu. Tangan yang telah dibasahi dengan air mengalir ini kemudian digosokkan dengan sabun secara merata sampai ke sela-sela jari tangan dengan gerakan-gerakan memutar, dengan durasi sekitar 30 detik. Baru kemudian dibilas kembali dengan air yang mengalir sampai busa sabunnya hilang, setelah itu dikeringkan dengan handuk atau kain lap yang bersih, atau dengan tissu kering. Untuk melakukan program cuci tangan dengan sabun, ketersediaan air dan sabun untuk mencuci sebenarnya bukan menjadi masalah, tapi yang justru menjadi hambatan adalah faktor kebiasaan masyarakat.

Saat Mencuci Tangan
Ada 5 saat penting untuk melakukan cuci tangan pakai sabun, yaitu : sebelum makan, sesudah buang air besar atau buang air kecil di toilet, sebelum memegang bayi, sesudah menceboki bayi/anak, dan sebelum menyiapkan makanan. Disaat merebaknya infeksi Influenza, termasuk Flu Babi, dianjurkan pula mencuci tangan setelah tangan terkontaminasi ketika batuk atau bersin. Bagi petugas kesehatan ada lagi saat penting, yaitu sebelum dan sesudah memeriksa pasien, sebelum dan sesudah mengenakan sarung tangan untuk melakukan tindakan medis. Didalam ajaran agama Islam, ditambahkan satu saat lagi, ketika bangun dari tidur. Apakah kita dan keluarga kita sudah melaksanakan kegiatan sederhana dan penting ini ?. Jawabnya yang pasti : BELUM...!. Kenapa ?. Karena belum menjadi kebiasaan hidup dan belum menjadi kebutuhan hidup, dan merasa tidak penting untuk kehidupan.

Manfaat Cuci Tangan
Diatas telah disebutkan bahwa tangan manusia merupakan tempat berdiamnya beraneka ragam kuman, seperti virus, bakteri, dan bisa juga jamur dan sering bersentuhan dengan bahan/benda disekitar kita yang mengandung kuman, seperti tinja, urine, tanah, air, dan sebagainya. Tangan juga yang memegang makanan yang akan kita makan. Hasil penelitian membuktikan bahwa, dengan melakukan cuci tangan pakai sabun dengan bahan dan cara yang benar, dan saat yang tepat, akan menurunkan angka kejadian diare sebesar 47% dan angka kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sebesar 30%. Data WHO menunjukkan penyebab kematian terbesar bagi bayi dan balita di dunia adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut, termasuk Flu) dan diare. Cuci tangan pakai sabun bisa melepaskan kuman penyebab infeksi dengan murah dan mudah, sehingga dianggap sebagai salah satu cara efektif mencegah terjadinya penyakit. Bagi Indonesia, cuci tangan pakai sabun ini bisa menurunkan angka kematian bayi dan balita, yang saat ini masih tergolong tinggi.

Sarana Cuci Tangan
Sarana cuci tangan bisa dibuat dari yang sangat baik, berupa wastafel dengan kran yang agak tinggi, dilengkapi dengan sabun cair dan alat pengering handuk ataupun tisu, sampai yang paling sederhana dengan menggunakan jeregen atau kaleng bekas yang diberi kran plastik sederhana yang bisa dibuat dimana saja, seperti di rumah, restoran, rumah makan, warung-warung, di ladang, di kantor-kantor, sekolah-sekolah, kampus, pasar, penjara, terminal, tempat-tempat ibadah dan lainnya. Tapi saat ini sudahkan kita melihat sarana cuci tangan pakai sabun di tempat-tempat tersebut ?. Sebagian memang sudah ada sarana tersebut seperti di restoran dan kantor-kantor tertentu. Sudahkan ada upaya pemerintah maupun swasta yang nyata untuk mewujudkan sarana cuci tangan bagi masyarakat luas ?. Kalau belum, kapan lagi ? Padahal, dengan upaya pencegahan yang sangat sederhana ini, kita sudah dapat menurunkan jumlah kasus penyakit infeksi menular yang relatif tinggi di Negara kita ini. Kalau begitu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melindungi diri kita, anak kita, keluarga kita, murid kita, karyawan kita dan masyarakat kita. Mari kita sosialisasikan gerakan cuci tangan pakai sabun dengan menyediakan sarananya.






Rabu, 27 Agustus 2014

Jadikan Lansia memiliki hidup lebih bermakna

Jadikan Lansia memiliki hidup lebih bermakna
Secara geografis desa Jatijejer terletak pada posisi yang strategis karena merupakan jalur pariwisata. Desa jatijejer merupakan salah satu desa di kecamatan trawas kab mojokerto. Dengan jumlah penduduk  sekitar 2.105 Jiwa di tahun 2013.
Kebanyakan dari warganya adalah para lansia, lansia-lansia ini belum pernah mendapatkan perlakuan khusus dari desa yang terkait. Padahal lansia membutuhkan perhatian khusus, di usianya yang sudah tidak muda lagi, menyebabkan menurunya fungsi fisik dan aktivitasnya. Untuk perlakuan khusus itu diperlukan penyediaan posyandu lansia. Penyediaan seperti posyandu lansia adalah salah satu solusi untuk menangani, meninjau permasalahan yang berhubungan dengan kesehatan lansia.
Pada dasarnya seseorang sudah dikatakan sehat jika orang tersebut memiliki kesehatan jasmani. Namun jasmani saja tidak cukup, perlu adanya keseimbangan yang lain. Pola hidup sehat adalah gaya hidup yang memperhatikan segala aspek kondisi kesehatan dan keamanan pangan. Mulai dari aspek makanan, minuman, nutrisi yang di konsumsi dan perilaku kita sehari-hari  Baik itu dalam sebuah rutinitas olahraga yang tentu akan menjaga kondisi kesehatan dan juga akan menghindarkan dari segala hal yang bisa jadi penyebab penyakit bagi tubuh kita.
Dengan selalu memperhatikan pola hidup sehat semoga kita bisa selalu dalam keadaan sehat. Bisa menjalani kehidupan ini dengan penuh makna bersama keluarga atau lingkungan sekitar kita.